Opini  

Pelantikan Pengurus KAHMI dan FORHATI Kalbar Menjawab Panggilan Zaman: KAHMI dan FORHATI Kalbar untuk SDM Unggul dan SDA Berkelanjutan

"Suasana pelantikan pengurus Majelis Wilayah KAHMI dan FORHATI Kalimantan Barat periode 2025-2030."
Suasana pelantikan pengurus Majelis Wilayah KAHMI dan FORHATI Kalimantan Barat periode 2025-2030. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Kalbar, dengan pluralitas budaya dan kekayaan hayatinya, adalah laboratorium ideal untuk menguji model pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Di sinilah pentingnya sinergi antara KAHMI, FORHATI, ICMI, dan seluruh elemen strategis lainnya.

Sebagai Ketua ICMI Kalbar, saya melihat betapa besar potensi kolaboratif ini. ICMI, dengan jaringan keilmuan dan teknokratiknya, siap menjadi mitra strategis KAHMI dan FORHATI dalam mendorong kebijakan berbasis riset dan nilai.

ICMI Kalbar berkomitmen mendukung Pemprov Kalbar dalam mengembangkan potensi lokal, mempercepat pembangunan, dan meningkatkan perekonomian, termasuk dalam sektor pertanian, perkebunan, energi (seperti potensi PLTN), dan ekonomi kreatif (Antara News, 2025; Samsulhidayatcenter.com, 2025).

Kita harus menyusun roadmap pembangunan SDM Kalbar berbasis karakter, literasi digital, dan kesiapan menghadapi revolusi industri 5.0 yang berakar pada kearifan lokal dan spiritualitas Islam.

Penjabat Gubernur Kalimantan Barat juga telah mengajak ICMI untuk membentuk desa binaan atau kecamatan binaan guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat (Infopublik.id, 2025b).

Demikian pula dalam sektor lingkungan hidup dan sumber daya alam. Agenda besar FOLU Net Sink 2030, transisi energi, hingga penguatan ekonomi hijau dari kratom, madu hutan, kopi liberika, dan tengkawang semuanya membutuhkan narasi dan kader yang siap terjun ke lapangan. KAHMI dan FORHATI harus menjadi penjembatan antara ide dan implementasi, antara nilai dan kebijakan.

Baca Juga: Poros Industri Hijau Nusantara: Menembus Kebuntuan Komoditas dengan Paradigma Hausmann

Regenerasi, Refleksi, dan Relevansi

Momen pelantikan ini juga mengingatkan kita pada tiga hal penting: regenerasi, refleksi, dan relevansi.

Pertama, regenerasi. Sudah saatnya KAHMI dan FORHATI membuka ruang yang luas bagi kader muda untuk memimpin, berinovasi, dan melanjutkan estafet perjuangan dengan pendekatan kekinian. Kepemimpinan kolektif dan transformatif perlu didorong, agar organisasi tidak terjebak dalam stagnasi atau elitisasi.

Kedua, refleksi. Kita harus terus merefleksikan peran KAHMIFORHATI dalam menghadapi tantangan zaman: dari krisis iklim, disrupsi digital, hingga degradasi moral publik. Sudahkah kita menjadi bagian dari solusi, atau justru sibuk dengan urusan internal yang jauh dari problem rakyat?

Ketiga, relevansi. Organisasi harus adaptif dan solutif. KAHMI dan FORHATI tidak boleh menjadi menara gading. Ia harus hadir di tengah masyarakat: dalam advokasi pendidikan, pendampingan UMKM, penyelamatan lingkungan, hingga pemberdayaan perempuan dan anak muda. Inilah bentuk nyata dari jihad intelektual dan jihad sosial yang kita warisi dari HMI.

Penutup: Bergerak Serentak Membangun Bangsa

Akhirnya, atas nama ICMI Kalimantan Barat, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus Majelis Wilayah KAHMI dan FORHATI Provinsi Kalimantan Barat periode 2025–2030. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan dan keikhlasan dalam menjalankan amanah.

Mari kita bergerak bersama, serentak, membangun jiwa dan raga bangsa, mewujudkan Kalimantan Barat sebagai model pembangunan yang adil, hijau, dan bermartabat. Dari Kalbar, untuk Indonesia.

“Yakin Usaha Sampai!”

Oleh: Prof.Gusti Hardiansyah
Ketua ICMI Kalimantan Barat

*Disclaimer: Tulisan ini adalah opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan serta kebijakan redaksi. Seluruh isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.