Menurutnya, IKAL Lemhanas harus mampu berpikir besar dan menjadi mitra strategis pemerintah.
“Ika Lemhanas harus berperan dan berpikir besar untuk memberikan masukan kepada pemerintah dalam langkah strategis. Pengkajian setiap persoalan yang muncul. Sebagai masukan dan solusi setiap masalah yang ada,” tegasnya.
Agum Gumelar secara khusus meminta agar DPD IKAL Lemhanas Kalbar dapat menjalin sinergi yang konstruktif dengan pemerintah provinsi.
Ia berpesan agar para pengurus memegang keyakinan bahwa tidak ada gubernur yang menginginkan rakyatnya hidup sengsara.
“Disinilah DPD berperan, Anda adalah pemikir, lulusan Lemhanas, lembaga yang prestisius. Berikan masukan dan solusi dengan pemerintah daerah. Sampaikan saran sesuai elegan. Jangan mengundang kegaduhan. Saya harap pesan ini jadi pedoman dalam berkiprah memberikan sumbangsih kepada negara,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Agum Gumelar juga menginformasikan bahwa Musyawarah Nasional (Munas) V IKAL Lemhanas akan dilaksanakan pada 23 Agustus 2025 di Jakarta.
Baca Juga: Kemendes: Tak Ada Penempatan Transmigran Baru di Kalbar, Fokus pada Revitalisasi
Setelah menjabat sebagai ketua umum selama empat periode, ia mendorong adanya regenerasi kepemimpinan di tubuh organisasi.
“Harus cari pemimpin baru di Ika Lemhanas. Dalam proses memilih Ketua Umum, lakukan dengan kebersamaan dan demokratis,” pesannya.
Acara pelantikan ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan, beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi masyarakat, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kalimantan Barat.
(*Red)
















