Gempa M 5,7 Guncang Poso: Ratusan Rumah Rusak, 2.011 Jiwa Mengungsi

BPBD Kabupaten Poso bersama petugas gabungan mendirikan tenda pengungsi di Desa Tindoli, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Jumat (25/7). Sumber foto : BPBD Kabupaten Poso
BPBD Kabupaten Poso bersama petugas gabungan mendirikan tenda pengungsi di Desa Tindoli, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Jumat (25/7). Sumber foto : BPBD Kabupaten Poso

Wilayah yang teridentifikasi paling terdampak berada di empat desa dari dua kecamatan berbeda, yaitu Desa Tokilo, Tindoli, dan Tolambo di Kecamatan Pamona Tenggara, serta Desa Pendolo di Kecamatan Pamona.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah merespons cepat dengan mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk memberikan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Poso, khususnya dalam manajemen informasi dan koordinasi penanganan darurat.

Baca Juga: Gempa Probolinggo dan Karhutla Sumatera: Rangkuman Bencana Terkini dari BNPB

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB juga terus melakukan pemantauan intensif dan berkoordinasi langsung dengan BPBD setempat untuk memastikan penanganan berjalan lancar.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa aktivitas gempa susulan masih terus terjadi. Hingga Jumat pukul 11.00 WITA, telah terekam sebanyak 103 kali gempa susulan.

Kekuatan gempa susulan terbesar mencapai M 5,5, sedangkan yang terkecil berada pada M 1,8. Fenomena ini menunjukkan bahwa kondisi tektonik di wilayah tersebut masih aktif pasca gempa utama.

Menyikapi dampak gempa bumi di Poso dan potensi bahaya lanjutannya, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa waspada dan siaga.

Warga diminta untuk tidak kembali ke rumah sebelum ada kepastian mengenai keamanan struktur bangunan dari pihak berwenang.

Baca Juga: BNPB: Kebakaran Hutan dan Lahan Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia dalam 24 Jam

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak terpancing oleh berita bohong atau hoaks yang mungkin beredar, dan selalu mencari informasi dari sumber yang terpercaya.

(*Red)