Ia menekankan betapa krusialnya menjaga kerukunan antarumat beragama yang selama ini telah terjalin dengan baik di Kalimantan Barat.
Menurutnya, segala bentuk intoleransi sangat bertentangan dengan nilai-nilai luhur Pancasila.
“Kami menuntut agar ketertiban dan toleransi yang selama ini terjaga tidak dicederai oleh segelintir pihak yang menolak keberadaan tempat ibadah. Negara wajib hadir menindak pelaku intoleransi.” ujar Rusliyadi.
Dalam orasi yang disampaikannya, Ketua Aliansi Aksi, Endro Olianus, menyuarakan kekecewaan mendalam atas sikap beberapa pihak yang mencoba merusak tatanan sosial masyarakat Kalbar yang harmonis.
Baca Juga: Bupati Sujiwo Tegas Sikapi Isu Penolakan Pembangunan Rumah Ibadah di Kubu Raya
Massa aksi berharap laporan terkait pembangunan gereja di Kubu Raya ini dapat segera diproses oleh kepolisian untuk mencegah eskalasi konflik dan menjaga kondusivitas daerah.
“Kami beri waktu kepada Polda Kalbar untuk menindaklanjuti laporan kami. Jangan biarkan benih-benih intoleransi tumbuh dan merusak persatuan di Kalimantan Barat.” tegas Endro Olianus.
Endro juga menegaskan bahwa jika laporan mereka tidak ditindaklanjuti secara serius dan tegas oleh aparat, mereka siap untuk menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang jauh lebih besar.
Baca Juga: Gereja Santa Klara di Kubu Raya Dibobol, Barang Liturgi Hilang
Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada keterangan resmi yang dikeluarkan oleh pihak Polda Kalimantan Barat terkait laporan yang telah disampaikan oleh aliansi tersebut.
(*Red)
















