Dalam sesi diskusi, Dumaria S. menyoroti peran krusial mitra bayar dalam memastikan validitas data penerima pensiun.
Baca Juga: Pemkab Ketapang, Bank Kalbar, Taspen dan Jamkrida Kalbar Bekali ASN dengan Kiat Pensiun Sejahtera
Ia menjelaskan mekanisme Layanan Kunjungan Penerima Pensiun (LKPP) menjadi salah satu instrumen penting.
“Bank Kalbar sebagai salah satu mitra bayar Taspen dengan jumlah penerima pensiun terbanyak di Kalimantan Barat tentunya memberikan tanggung jawab yang besar pula, untuk itu perlu upaya ekstra dalam melakukan Layanan Kunjungan Penerima Pensiun (LKPP) kepada listing penerima pensiun yang mempunyai rekening pasif.” Jelasnya.
Dumaria juga menambahkan bahwa LKPP, baik melalui panggilan video maupun kunjungan langsung, bertujuan untuk memastikan penerima pensiun masih hidup, status pernikahan bagi janda/duda, serta status pekerjaan atau pernikahan bagi ahli waris yatim/piatu.
Antusiasme peserta tampak jelas melalui banyaknya pertanyaan seputar prosedur digital dan simulasi layanan berbasis aplikasi.
Para petugas layanan Bank Kalbar mengaku mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif, sehingga meningkatkan kepercayaan diri mereka saat melayani nasabah pensiunan.
Kegiatan ini merupakan langkah strategis Bank Kalbar untuk mendukung digitalisasi keuangan daerah sekaligus memperkuat ekosistem keuangan inklusif yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Baca Juga: Pemkab Ketapang dan Bank Kalbar Sinergi Terapkan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD)
Melalui penguatan kompetensi ini, Bank Kalbar semakin siap menjadi mitra terpercaya dalam menyalurkan pembayaran pensiun yang terintegrasi, modern, dan ramah pengguna di seluruh Kalimantan Barat.
Sinergi ini menjadi kunci keberhasilan transformasi digital layanan pensiun yang andal dan berkelanjutan.
(*Red)















