Ia menyatakan bahwa ada korban luka dari pihak yang terlibat dalam bentrokan tersebut.
“Pihak warga dan panitia serta PWI-LS luka luka karena bentrok,” kata Azis Yanuar.
Azis menjelaskan, kericuhan diduga bermula ketika massa dari PWI-LS yang telah menunggu di area belakang panggung berusaha untuk melakukan pengadangan terhadap Rizieq Shihab sebelum ia memulai ceramahnya.
Upaya pengadangan ini kemudian memicu reaksi dari panitia dan warga yang berjaga di lokasi.
“Akhirnya panitia dan warga yang ada di jalur belakang panggung bentrok dengan PWI-LS. Dan PWI-LS berhasil dipukul mundur dari jalur tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut, Azis menduga bahwa insiden bentrokan ceramah Rizieq Shihab ini bukanlah sebuah peristiwa yang spontan, melainkan telah diinisiasi dan direncanakan oleh kelompok yang tidak menginginkan kehadiran penceramah di wilayah tersebut.
“Betul (terjadi bentrokan) dan itu diduga diinisiasi dengan rencana oleh kelompok yang menolak ulama atau ustaz berceramah,” kata Azis.
Peristiwa bentrokan ceramah Rizieq Shihab ini terjadi tepatnya di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang.
Baca Juga: Kebijakan Kontroversial Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tuai Gelombang Protes
(*Red)
















