Ia menyarankan warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak.
“Masyarakat agar berhati-hati, jika ada aktivitas yang tidak prioritas, tahan untuk keluar rumah,” ungkapnya.
Di tengah cuaca panas ekstrem dan minimnya curah hujan, kawasan Kota Pontianak dan sekitarnya menjadi sangat rentan terhadap karhutla.
Kabut asap yang mulai dirasakan warga diperkirakan merupakan kiriman dari luar wilayah. Untuk mengantisipasi kebakaran lokal, patroli gabungan terus digalakkan.
“Pontianak tetap rutin melakukan patroli bersama TNI dan Polri di kawasan berlahan gambut, khususnya pinggiran kota, untuk mencegah praktik pembakaran lahan,” ujarnya.
Selain patroli, Pemkot Pontianak juga telah menyiagakan unit mobil pemadam kebakaran beserta peralatan pendukung di beberapa titik strategis.
Baca Juga: Pemkot Pontianak Tanggap Darurat Kebakaran, 26 Warga Terdampak Dapat Bantuan
Upaya edukasi dan sosialisasi mengenai bahaya karhutla juga terus digencarkan melalui berbagai platform untuk membangun kesadaran kolektif.
“Tujuannya untuk mencegah pembukaan lahan dengan cara membakar dan meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan, kami tidak bosannya mengingatkan ancaman sanksi,” tegasnya.
Bahasan juga secara khusus mengajak para pelaku usaha di sektor perkebunan dan pertanian untuk ikut bertanggung jawab.
Menurutnya, kolaborasi semua pihak adalah kunci untuk mencegah bencana kabut asap yang dapat melumpuhkan sektor kesehatan dan ekonomi.
“Semua pihak perlu bergerak bersama, kolaborasi peran aktif masyarakat dan dunia usaha,” pungkasnya.
Langkah-langkah komprehensif ini diharapkan dapat melindungi warga Pontianak dari ancaman dampak kabut asap karhutla yang lebih buruk di masa mendatang.
Baca Juga: Pemkot Pontianak Salurkan Bantuan ke Korban Kebakaran di Jalan Merdeka
(*Red)
















