Meskipun ia telah berhenti mengonsumsi suplemen tersebut sejak awal tahun 2024, Dominic mengaku dampak dan gejalanya masih ia rasakan hingga saat ini.
Menanggapi kasus ini, kantor hukum Polaris yang mewakili Dominic Noonan-O’Keefie, menyatakan tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk kemungkinan pengajuan gugatan class-action terhadap Blackmores.
Pihak Polaris menduga produk yang dikonsumsi oleh kliennya mengandung dosis vitamin B6 hingga 29 kali lipat dari dosis harian yang direkomendasikan.
Baca Juga: Dapat Sebabkan Kematian, Ini Lima Efek Bahaya Konsumsi Kecubung
Pendiri Polaris, Nick Mann, menegaskan bahwa apa yang dialami Dominic mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas di tengah masyarakat terkait produk suplemen yang dijual bebas di Australia.
“Apa yang terjadi pada Dominic memang tragis, tapi dia tidak sendirian. Kami mengetahui terdapat laporan bahwa kadar vitamin B6 yang berlebihan dalam suplemen yang dijual bebas mungkin menyebabkan cedera permanen pada ratusan warga,” kata Mann kepada News.com.au.
Kantor hukum Polaris kini secara resmi membuka peluang gugatan class-action bagi siapa pun yang merasa mengalami cedera akibat kelebihan vitamin B6 setelah mengonsumsi produk suplemen dari Blackmores.
Sementara itu, Badan Administrasi Barang Terapi Australia (TGA) dalam laporan keputusan sementaranya pada bulan Juni mengakui bahwa hingga kini belum ada konsensus yang jelas mengenai batas aman konsumsi vitamin B6 untuk mencegah neuropathy.
TGA pun mengusulkan adanya perubahan klasifikasi untuk produk yang mengandung lebih dari 50 miligram vitamin B6 per hari, agar dimasukkan ke dalam kategori “Obat Khusus Apoteker” yang memerlukan pengawasan lebih ketat.
Baca Juga: Australia Terbitkan Travel Warning untuk Indonesia, Ini Alasannya
Menanggapi perkembangan ini, juru bicara Blackmores menyatakan bahwa perusahaan sangat memperhatikan standar keamanan konsumen dan akan patuh pada regulasi yang berlaku.
“Di Blackmores, kami berkomitmen pada standar kualitas tertinggi produk dan keamanan konsumen. Semua produk kami yang mengandung vitamin B6 dikembangkan sesuai dengan persyaratan peraturan TGA, termasuk batas dosis harian maksimum dan pernyataan peringatan yang diwajibkan,” ujar juru bicara perusahaan.
“Kami mengetahui keputusan sementara yang dikeluarkan TGA dan kami akan memastikan kepatuhan penuh terhadap keputusan akhir,” lanjut pernyataan tersebut.
(*Red)
















