Pada hari itu juga, tim medis di RS Untan langsung melakukan tindakan operasi.
Setelah berjuang selama lima hari di ruang ICU RS Untan, nyawa Rio Fanderi tidak dapat diselamatkan.
Merasa ada kejanggalan pada penyebab kematiannya, pihak keluarga meminta untuk dilakukan otopsi. Proses otopsi pun telah dilaksanakan di Rumah Sakit Bhayangkara.
Baca Juga: Motor Mahasiswa Hilang di Kampus IAIN, Pelaku Ditangkap di Pontianak Timur
Saat ini, pihak keluarga dan kerabat masih menunggu hasil pemeriksaan medis resmi dari proses otopsi untuk memastikan penyebab pasti dari luka fatal yang dialami Rio.
Usai proses otopsi selesai, jenazah almarhum telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Publik kini menantikan titik terang dari misteri kematian mahasiswa IAIN Pontianak ini.
(*Red)
















