-
Perbaikan Infrastruktur
Meliputi rehabilitasi jalan lingkungan, penyediaan air bersih, fasilitas pendidikan, dan layanan kesehatan seperti posyandu dan puskesmas. -
Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia
Masyarakat transmigran akan dibekali pelatihan keterampilan, kewirausahaan, serta pendampingan usaha untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. -
Penguatan Ekonomi Lokal
Kementerian mendorong pengembangan sektor pertanian, perikanan, dan industri kecil menengah (IKM). Penguatan kelembagaan ekonomi seperti koperasi dan UMKM juga menjadi prioritas.
“Revitalisasi kawasan transmigrasi bukan hanya soal memperbaiki infrastruktur, melainkan juga soal membangun manusia dan memperkuat ekonomi. Kita lakukan rehab sarana-prasarana, peningkatan kapasitas SDM, serta dorong pengembangan usaha masyarakat berbasis potensi lokal,” jelas Sigit.
Kalbar Diproyeksikan Jadi Model Transmigrasi Masa Depan
Sigit menilai bahwa Kalimantan Barat memiliki potensi besar untuk dijadikan model kawasan transmigrasi masa depan, terutama jika pembangunan diarahkan secara tepat dan berkelanjutan.
“Kita tidak lagi bicara sekadar penempatan, tapi masa depan. Kawasan transmigrasi di Kalbar harus tumbuh sebagai pusat kehidupan yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan — bukan hanya tempat singgah sementara,” ungkapnya.
Selaras dengan Arahan Presiden
Kebijakan ini, lanjut Sigit, juga merupakan bagian dari arahan Presiden RI dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK).
Baca Juga: Lasarus Bantah DPR Setujui Program Pemindahan Penduduk Lewat Transmigrasi
Pemerintah mendorong agar pembangunan transmigrasi difokuskan pada penguatan kawasan eksisting, bukan pada ekspansi wilayah baru secara sporadis.
“Kami mengikuti arahan nasional untuk memperkuat kawasan transmigrasi yang telah ada. Ini demi efisiensi, ketahanan sosial, dan pembangunan ekonomi yang menyeluruh,” tutup Sigit.
(*Red)
















