Direktur RSUD Soedarso: Lifestyle Tak Sehat Picu Penyakit Berat dan Biaya Tinggi

Direktur RSUD dr. Soedarso, drg. Hary Agung Tjahyadi, menjelaskan pentingnya gaya hidup sehat dalam Hospital Tour dan Ekspose Pelayanan, Rabu (10/07/2025). (Dok. Faktakalbar.id)
Direktur RSUD dr. Soedarso, drg. Hary Agung Tjahyadi, menjelaskan pentingnya gaya hidup sehat dalam Hospital Tour dan Ekspose Pelayanan, Rabu (10/07/2025). (Dok. Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Direktur RSUD dr. Soedarso, drg. Hary Agung Tjahyadi menyoroti gaya hidup tidak sehat sebagai penyebab utama meningkatnya kasus penyakit berat yang memerlukan biaya pengobatan tinggi dan berisiko kematian.

Pernyataan ini disampaikan dalam agenda Hospital Tour dan Ekspose Pelayanan yang diselenggarakan di RSUD dr. Soedarso, Pontianak, Rabu (16/7/2025).

Menurutnya, mayoritas penyakit serius yang ditangani rumah sakit berkaitan erat dengan konsumsi makanan instan.

Baca Juga: RSUD dr. Soedarso Tingkatkan Layanan dan Fasilitas: Dari Hemodialisa hingga Pusat Jantung Terpadu

Penyakit-penyakit yang membutuhkan pembiayaan besar dan juga risiko kematian yang tinggi ternyata akibat dari lifestyle yang tidak baik, terutama dari makanan-makanan instan,” tegas drg. Hary Agung Tjahyadi.

Ia menyebut pentingnya edukasi dari lingkungan keluarga dan sekolah dalam menyosialisasikan pola hidup sehat. Ia juga menyoroti tiga pilar utama dalam menjaga kesehatan:

  1. Asupan Makanan: Mengonsumsi makanan yang lebih segar, natural, dan menghindari produk instan yang tinggi pengawet, garam, atau gula.

  2. Aktivitas Fisik: Menjaga kebugaran tubuh dengan rutin berolahraga.

  3. ⁠Istirahat Cukup: Mengingat fenomena di kalangan anak muda saat ini yang cenderung kurang memiliki waktu istirahat yang memadai.

Baca Juga: RSUD Soedarso Terima 21 Bapaslon Jalani Tes Kesehatan