“Aspirasi seperti ini penting. Negara harus hadir dengan cara yang adil,” ujarnya.
Kapolsek Parindu, Iptu Trisna, menyatakan bahwa aksi berlangsung aman dan tertib.
Baca Juga: Petrus Sabang Merah Tolak Transmigrasi di Kalimantan
“Tugas kami adalah memastikan penyampaian aspirasi berjalan aman dan damai, serta tidak disusupi agenda lain,” katanya.
Aksi damai ini turut didukung oleh tokoh adat, organisasi masyarakat, dan warga setempat.
Mereka menilai pembangunan tanpa partisipasi masyarakat adat merupakan bentuk pengingkaran terhadap sejarah dan jati diri bangsa.
Surat pemberitahuan kegiatan telah disampaikan kepada Bupati Sanggau, Kapolres Sanggau, Dandim, Ketua Dewan Adat Dayak, serta beberapa organisasi lokal.
Baca Juga: Petrus Sabang Merah Tolak Transmigrasi di Kalimantan
Hal ini menunjukkan bahwa gerakan ini adalah bagian dari perjuangan yang lebih besar dalam mempertahankan martabat dan ruang hidup masyarakat adat.
Aksi berakhir dalam suasana kondusif.
Lalu lintas tetap lancar dan masyarakat menunjukkan simpati terhadap perjuangan yang disuarakan.
(fd)
















