“Kami menyiapkan infrastruktur data yang akurat dan cepat. Dengan data yang valid, kami bisa melakukan tindakan terarah. Kami juga menggandeng dunia pendidikan dan sektor swasta dalam gerakan bersama cegah stunting,” jelasnya.
Edi juga menyoroti pentingnya edukasi kepada calon orang tua dalam mencegah stunting sejak masa kehamilan.
“Masa depan anak-anak kita ditentukan sejak dalam kandungan. Edukasi kepada ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, dan pemantauan tumbuh kembang anak menjadi pilar penting,” tuturnya.
Sebagai informasi, posisi kedua diraih Kabupaten Sanggau dan Landak, disusul Kabupaten Sintang dan Ketapang di posisi ketiga.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi seluruh daerah di Kalimantan Barat untuk memperkuat kolaborasi dalam menurunkan angka stunting secara berkelanjutan.
(fd)
















