“Kegiatan ini memberi banyak inspirasi baru. Saya kini lebih percaya diri menyampaikan edukasi budaya dan etika berlalu lintas kepada anak didik usia dini melalui pendekatan kreatif yang menyenangkan,” tuturnya.
Para peserta berasal dari enam SRL binaan Yayasan AHM di berbagai provinsi serta guru PAUD dari DI Yogyakarta, Sumatera Utara, dan Karawang.
Baca Juga: Pebalap Muda Astra Honda Raih Podium di Thailand dan Italia
Ketua Yayasan AHM, Ahmad Muhibbuddin, menegaskan pentingnya sinergi dalam menanamkan budaya keselamatan berkendara.
“Kami meyakini bahwa menjalankan budaya keselamatan berkendara butuh sinergi yang kuat. Kami berkolaborasi dengan duta dan figur keselamatan berkendara dari berbagai kalangan untuk mengembangkan budaya keselamatan berkendara dengan cara yang menarik dan mudah dipahami oleh para pengguna jalan raya di Indonesia,” kata Ahmad Muhibbuddin.
Sejak pertama kali digelar pada 2017, program SRC telah menjangkau 80.000 penerima manfaat dari berbagai kalangan.
Khusus untuk anak usia 4–9 tahun, sekitar 35.000 anak telah diedukasi melalui metode bermain seperti rambu lalu lintas mini, push bike, dan ular tangga.
SRC 2025 turut didukung oleh sejumlah mitra industri, termasuk PT Suryaraya Rubberindo Industries, PT Astemo Bekasi Manufacturing, PT Yutaka Manufacturing Indonesia, dan PT Musashi Auto Parts Indonesia.
Yayasan AHM akan terus mendorong alumni program untuk menyebarluaskan semangat #Cari_aman di seluruh Indonesia.
(mro)
















