“Bank ini diharapkan menjadi kemandirian ekonomi umat dan alat dakwah di bidang keuangan,” kata Anwar.
Bank Syariah Matahari sendiri merupakan hasil konversi dari BPR Matahari Artadaya, sebuah lembaga keuangan konvensional yang sebelumnya berada di bawah naungan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA).
Baca Juga: Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalbar Gelar Pelatihan Manajemen Masjid Berbasis Sosial Ekonomi
Kini, setelah transformasi tersebut, lembaga ini resmi menjadi BPR Syariah Matahari atau Bank Syariah Matahari (BSM).
Transformasi ini menjadi bagian dari strategi Muhammadiyah untuk memperkuat jaringan perbankan syariah internal.
Hingga pertengahan tahun 2025, Muhammadiyah telah mengelola sekitar 10 Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
Langkah ini selaras dengan komitmen Muhammadiyah dalam membangun ekosistem keuangan syariah yang inklusif, adil, serta berpihak pada pemberdayaan masyarakat.
“Dengan hadirnya Bank Syariah Matahari, kita berharap semakin banyak warga Muhammadiyah yang merasakan manfaat layanan keuangan syariah yang amanah dan profesional,” pungkas Anwar Abbas.
(*Red)
















