“Tergantung request, misalnya ada yang minta 2,5 kilometer pace di bawah enam misalkan, harus stabil di bawah enam terus sudah selesai. Semakin tinggi pace-nya semakin mahal,” ujar Jason.
“Misalkan minta tolong pace empat ya bisa sampai Rp300 ribu setara lima kilometer,” tambahnya.
Jason mengaku hanya menerima maksimal dua pelanggan setiap kali CFD berlangsung. Para pelanggan akan menitipkan ponsel kepada Jason yang kemudian dibawa berlari.
“Mereka nitip handphone ke saya nanti saya bawa lari,” jelasnya.
Baca Juga: DPR RI Soroti Kejanggalan Pelarian Tujuh Tahanan dari Rutan Salemba
Meski masih pelajar, Jason mengaku jasa joki Strava ini cukup membantu memenuhi kebutuhannya dan sebagian hasilnya juga ia tabung.
Ia biasanya menjalani aktivitas ini setiap hari Minggu, tergantung permintaan.
(fd)
















