Departemen Luar Negeri AS Umumkan PHK Massal, 15% Karyawan Terdampak

Gedung Departemen Luar Negeri AS di Washington DC. Pemangkasan pegawai besar-besaran mulai diberlakukan menyusul kebijakan efisiensi pemerintahan Trump. (Dok. Istimewa)
Gedung Departemen Luar Negeri AS di Washington DC. Pemangkasan pegawai besar-besaran mulai diberlakukan menyusul kebijakan efisiensi pemerintahan Trump. (Dok. Istimewa)

Faktakalbar.id, INTERNASIONAL – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) akan segera merumahkan sebagian pegawainya sebagai bagian dari program efisiensi pemerintahan Presiden Donald Trump.

Dua pejabat senior menyampaikan kepada CBS News, bahwa 15% dari total tenaga kerja akan terdampak kebijakan ini.

Baca Juga: Puluhan Ribu Karyawan Pabrik Tekstil di PHK Massal, Ini Faktor Penyebabnya

Pemangkasan ini mencakup pemutusan hubungan kerja (PHK), pengunduran diri sukarela, dan restrukturisasi organisasi. Selain itu, sejumlah kantor akan ditutup atau digabungkan, terutama yang berbasis di AS.

“Departemen tersebut juga akan menutup atau menggabungkan sejumlah kantor yang berbasis di AS dan menata ulang bagan organisasinya segera setelahnya. Setelah pemberitahuan pengurangan masa kerja dikeluarkan, kami akan memasuki masa transisi beberapa minggu untuk menerapkan struktur organisasi baru secara bertahap,” kata salah satu pejabat.

Diperkirakan sebanyak 1.800 pegawai akan terkena dampak, sesuai dengan rencana yang sebelumnya telah diajukan ke Kongres awal tahun ini.

Dokumen internal yang diperoleh CBS News menyebutkan bahwa tujuan utama pengurangan ini adalah untuk “merampingkan operasi domestik agar fokus pada prioritas diplomatik.”

Pemangkasan ini disebut hanya menyasar fungsi non-inti dan telah dirancang dengan hati-hati agar tidak mengganggu tugas-tugas utama.