Marak PSK di Sekitar IKN, 64 Perempuan Ditertibkan Satpol PP

Sekitar Kecamatan Sepaku, wilayah penyangga IKN. (dok. Instagram/@ikn.id)
Sekitar Kecamatan Sepaku, wilayah penyangga IKN. (dok. Instagram/@ikn.id)

Ada dua pola. Pertama online, mayoritas lewat MiChat. Kedua, offline di titik-titik tertentu,” jelas Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP PPU, Selasa (08/07/2025).

Berdasarkan keterangan PSK yang terjaring, mereka bisa melayani hingga lima pelanggan per hari dengan tarif Rp400 ribu hingga Rp700 ribu sekali kencan.

Tarif penginapan dipatok Rp300 ribu per malam. Jika dikalkulasi, seorang pelaku bisa menghasilkan hingga Rp1,5 juta per hari.

Sementara itu, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono dalam rapat dengan Komisi II DPR menegaskan bahwa aktivitas prostitusi tidak terjadi di kawasan inti IKN, melainkan di wilayah sekitarnya.

Kalau di IKN-nya enggak ada, itu di Sepaku,” ujarnya.

Anggota Komisi II DPR, Muhammad Khozin, menyoroti potensi gangguan sosial akibat praktik ini.

Baca Juga: Investasi Batu Mulia: Jenis, Harga, dan Fakta Menarik di Baliknya

Ia meminta Otorita IKN segera membereskan persoalan ini karena berpotensi meresahkan para istri aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di kawasan tersebut.

Untuk mencegah maraknya praktik serupa, pihak Otorita IKN bersama aparat gabungan dari kepolisian dan Satpol PP akan terus melakukan operasi dan penjaringan terhadap lokasi yang diduga menjadi titik prostitusi, baik secara fisik maupun daring.

(fd)