“Kalau dari olah TKP awal, masih kelihatan sidik jari si korban itu,” ujar Rezha.
Ditemukan Obat dan Barang Pribadi
Polisi turut menemukan beberapa jenis obat di dalam kamar korban, termasuk obat sakit kepala dan obat lambung.
“Ya beberapa obat ini ya, apa sih itu kalau yang sakit kepala gitu, sama obat lambung,” jelasnya.
Pakaian yang dikenakan Arya saat terakhir terlihat di CCTV juga diamankan. Dalam rekaman CCTV, Arya sempat terlihat membuang sampah sekitar pukul 22.30 WIB, Senin malam (7/7), serta menyapa penjaga kos.
“Dia nyapa, ‘ayo mas’, gitu aja,” kata Rezha.
Polisi Periksa Saksi dan Rekaman CCTV
Hingga Rabu (9/7), polisi telah memeriksa empat saksi: penjaga kos, pemilik kos, istri korban, dan seorang tetangga.
Ke depan, penyidik juga akan meminta keterangan rekan kerja Arya untuk menggali kemungkinan motif kematian.
“Nanti kita mau diperiksa lagi mungkin si teman atau rekan kerja korban, kami lagi sesuaikan untuk materi,” ucapnya.
Autopsi terhadap jenazah Arya masih menunggu kedatangan istrinya dari Yogyakarta.
Baca Juga: Pemulung Temukan Mayat Bayi dalam Plastik
Sementara itu, rekaman CCTV yang hanya merekam menggunakan memory card internal masih dianalisis, meski kualitas gambar kurang optimal.
“Sudah ada dua (CCTV) yang kita sudah periksa, cuma masih belum. Masih biasa lah gambarannya,” ujar Rezha.
Pihak kepolisian menegaskan proses penyelidikan masih terus berlanjut untuk mengungkap secara utuh penyebab kematian diplomat Arya Daru Pangayunan.
(*Red)
Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id
















