“Jika tidak, maka kami Pemuda Dayak Kalimantan Barat, menolak dengan tegas seluruh rencana transmigrasi di wilayah ini,” tambahnya.
Pemuda Dayak menilai bahwa selama ini kebijakan nasional seringkali mengabaikan kontribusi besar Kalimantan Barat terhadap negara.
Mereka mengingatkan bahwa provinsi ini merupakan salah satu penyumbang devisa utama, terutama dari sektor perkebunan, pertambangan, dan kehutanan.
Namun ironisnya, pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kalbar masih tertinggal jauh dibandingkan dengan besarnya hasil alam yang disumbangkan ke negara.
Baca Juga: Menteri P2MI Kunjungi Kalbar, Perkuat Kolaborasi Cegah TPPO dan Migran Non-Prosedural
Menurut mereka, keadilan pembangunan adalah hal mendasar yang harus dijunjung tinggi sebelum program transmigrasi dilanjutkan.
Mereka menegaskan bahwa keberadaan masyarakat lokal harus menjadi prioritas dalam setiap kebijakan yang diterapkan di daerah.
(*Red)
















