Respons Desa dan Keluarga Pelaku
Pihak keluarga korban mengaku telah melaporkan kejadian ini ke pihak desa. Namun, alih-alih mendapat dukungan, mereka justru merasa disalahkan.
“Kami malah disalahkan karena dianggap lalai. Padahal lokasi kejadian itu area bermain anak-anak, bukan jalan raya,” kata I’in dengan nada kecewa.
Baca Juga: Pemuda 18 Tahun Meninggal Dunia Usai Kecelakaan Tunggal di Semparuk Sambas
Lebih menyedihkan lagi, pihak keluarga pelaku dan aparat desa tidak mendampingi keluarga korban saat membawa Qanisha ke rumah sakit rujukan di Pontianak.
Keterbatasan ekonomi membuat keluarga Qanisha kesulitan menanggung biaya pengobatan.
Di sisi lain, keluarga pelaku juga mengalami kondisi serupa, sehingga belum bisa memberikan pertanggungjawaban secara maksimal.
Harapan Keluarga Korban
Melihat kondisi medis Qanisha yang mendesak dan kendala ekonomi yang berat, keluarga sangat berharap adanya bantuan dari Pemerintah Daerah, khususnya Pemerintah Kabupaten Ketapang, serta dari masyarakat luas.
“Kami butuh bantuan untuk pengobatan Qanisha. Kami tidak tahu harus bagaimana lagi,” kata I’in.
Baca Juga: Kecelakaan Beruntun Libatkan Tiga Motor di Sambas, Dua Tewas dan Tiga Kritis
















