“Hari ini kita saksikan bersama, rumah Joglo yang tahun lalu hanya pondasi, kini telah berdiri megah dan diresmikan. Ini hasil dari doa dan kerja keras masyarakat Paguyuban Jawa yang patut kita apresiasi,” tambah Satono.
Ia berharap kehadiran Rumah Joglo ini memperkuat kontribusi Paguyuban Jawa dalam pembangunan sosial dan budaya di Kabupaten Sambas.
“Ini bukti nyata bahwa Bhineka Tunggal Ika hidup dan tumbuh di Kabupaten Sambas. Semua etnis punya ruang untuk berkembang dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutupnya.
(DNS)
















