Faktakalbar.id, PONTIANAK – Wakil Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Viva Yoga Mauladi, menyatakan bahwa pengembangan kawasan transmigrasi di Kalimantan Barat terus menunjukkan kemajuan yang positif dan adaptif, sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah.
Hal ini disampaikan Viva saat melakukan kunjungan kerja ke Kalbar pada Minggu, (22/6/2025).
Dalam kunjungannya, ia menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk menuntaskan berbagai persoalan mendasar, terutama yang berkaitan dengan legalitas lahan transmigran.
Baca Juga: Menteri P2MI Kunjungi Kalbar, Perkuat Kolaborasi Cegah TPPO dan Migran Non-Prosedural
“Terkait penerbitan Sertifikat Hak Milik (SHM), dari sekitar 1.700 bidang, tinggal kurang dari 100 yang belum tersertifikasi. Ini sedang kami percepat agar hak atas tanah benar-benar dimiliki warga transmigran,” ujar Viva.
Ia menjelaskan bahwa percepatan penerbitan SHM dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian, terutama dengan Kementerian ATR/BPN, sebagai bagian dari program prioritas nasional.
Selain itu, Viva mengapresiasi keberhasilan program Transmigrasi Tuntas yang menurutnya membawa dampak nyata. Program ini memberikan kepastian hukum atas tanah sekaligus memberdayakan ekonomi para transmigran.
Lebih lanjut, Viva menyebut bahwa kebijakan transmigrasi saat ini telah bergeser dari pendekatan sentralistik menjadi desentralistik. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2009, yang menempatkan pemerintah daerah sebagai motor utama perencanaan transmigrasi.
“Contohnya di Kabupaten Kubu Raya, Bupati Sujiwo telah mengalokasikan lahan seluas sekitar 600 hektare untuk program transmigrasi. Langkah ini kami apresiasi karena menunjukkan sinergi pusat dan daerah,” jelasnya.
Baca Juga: Jerman Dukung Kalbar Jalankan Program Iklim Lewat Skema Green Climate Fund
Menurut Viva, program transmigrasi kini juga melibatkan masyarakat lokal sebagai bagian dari pembangunan kawasan. Konsep ini menjadikan transmigrasi bukan hanya sekadar pemindahan penduduk, tetapi juga upaya membangun wilayah yang inklusif dan produktif.
“Transmigrasi sekarang tidak hanya soal perpindahan penduduk, tetapi juga bagaimana kita membangun kawasan yang inklusif dan produktif, baik bagi transmigran maupun masyarakat lokal,” tutup Viva.
















