Hasil Kajian PVMBG: Area Risiko Meluas Jadi 10 Hektare
Berdasarkan hasil kajian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), wilayah risiko tinggi gerakan tanah di Kampung Cigintung telah meluas dari 2 hektare menjadi 10 hektare.
Area berisiko tinggi mencakup bagian barat daya seluas 4 hektare dan timur laut seluas 6 hektare.
Baca Juga: BNPB Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Tolikara dan Nduga, Papua Pegunungan
“Jenis tanah di wilayah ini berupa pasir tufaan berpori tinggi di atas lapisan serpih yang mudah plastis saat jenuh air. Ini menyebabkan tanah mudah retak dan ambles,” jelas Kepala PVMBG Hadi Wijaya.
Selain itu, kemiringan lereng yang curam, buruknya sistem drainase, serta jenis vegetasi yang tidak mendukung kestabilan lereng turut memperparah kondisi.
Tol Cipularang yang berada di sebelah barat lokasi kejadian dinyatakan relatif aman dari potensi dampak gerakan tanah.
Pemerintah Kabupaten Purwakarta telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Gerakan Tanah di Desa Pasirmunjul selama 14 hari, terhitung sejak 16 Juni hingga 1 Juli 2025.
Imbauan bagi Masyarakat
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi pergerakan tanah susulan, terutama saat hujan deras.
Warga diminta untuk tidak memasuki zona rawan serta menghindari penggunaan kendaraan berat yang bisa mempercepat kerusakan struktur tanah.
Baca Juga: Banjir dan Longsor Sukabumi : Pemerintah Siapkan Pos Pengungsian Terpusat di Kecamatan Bantargadung
















