Ekspor Pertanian Bengkayang Lewat PLBN Jagoi Babang Tembus Rp100 Miliar

Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, yang kini menjadi jalur utama ekspor komoditas pertanian ke Malaysia. (Dok. Ist)
Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, yang kini menjadi jalur utama ekspor komoditas pertanian ke Malaysia. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, BENGKAYANG – Nilai ekspor hasil pertanian dan perkebunan dari Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, yang dikirim melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang pada tahun 2024 mencapai lebih dari Rp100 miliar.

Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa keberadaan PLBN Jagoi Babang membawa dampak positif bagi ekonomi daerah.

“Hal menggembirakan bagi kita karena selain nilai ekspor dari hasil kebun, sayur mayur dan buah-buahan selama ini, Presiden juga kemarin sudah meresmikan untuk ekspor perdana jagung lewat PLBN Jagoi Babang ke Malaysia. Ini menambah daftar ekspor kita,” ujarnya di Bengkayang, Rabu (19/6).

Baca Juga: Dongkrak Kesejahteraan Masyarakat Perbatasan, Norsan Target Pertumbuhan Nilai Ekspor di PLBN Aruk

Menurutnya, peningkatan ekspor ini menunjukkan besarnya potensi pertanian lokal.

Tidak hanya jagung, beberapa komoditas lain seperti petai, kentang, cabai, serta buah-buahan seperti semangka, buah naga, dan srikaya, juga masuk dalam daftar ekspor.

Data dari Bea Cukai mencatat, nilai ekspor melalui PLBN Jagoi Babang pada 2024 sudah melampaui Rp100 miliar.

Darwis juga menambahkan bahwa permintaan ekspor jagung dari Malaysia mencapai 20 ton per bulan.

“Ini tentunya akan mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan oleh Presiden,” katanya.

Baca Juga: Dorong Entikong Jadi Kawasan Ekonomi Khusus, Pengusaha Minta Presiden Prabowo Tinjau Ulang PLBN

Bupati berharap keberadaan PLBN Jagoi Babang dapat terus menjadi gerbang pertumbuhan ekonomi bagi Kabupaten Bengkayang.

“Selama ini masih menggunakan pos lintas batas (PLB) dan terbatas hanya beberapa kecamatan saja. Kita harap Malaysia juga segera buka akses resmi, khususnya untuk pengguna paspor,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, Esidorus, berharap ekspor pertanian lewat PLBN Jagoi Babang bisa ikut meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kita perlu memaksimalkan semua potensi yang ada untuk kemajuan pertanian di Bengkayang,” ucapnya. Ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten agar tidak hanya mengelola lahan yang ada, tetapi juga membuka lahan pertanian baru demi peningkatan produktivitas.

Baca Juga: Perdagangan Illegal Marak Akibat Ekspor Impor PLBN Entikong Ditutup