Penumpang Pesawat Saudia Airlines SV 5276 Aman Usai Mendarat Darurat di Kualanamu Akibat Ancaman Bom

Pesawat Saudia Airlines SV 5276 terlihat terparkir di area isolasi Bandara Kualanamu, Selasa (17/6), setelah melakukan pendaratan darurat akibat ancaman bom. Tim keamanan gabungan masih berjaga di sekitar pesawat untuk memastikan situasi aman. (Dok. Ist)
Pesawat Saudia Airlines SV 5276 terlihat terparkir di area isolasi Bandara Kualanamu, Selasa (17/6), setelah melakukan pendaratan darurat akibat ancaman bom. Tim keamanan gabungan masih berjaga di sekitar pesawat untuk memastikan situasi aman. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan seluruh penumpang pesawat Saudia Airlines SV 5276 dalam keadaan selamat setelah pesawat tersebut mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (17/6).

Pesawat yang mengangkut 442 jamaah haji dari Kloter 12 Debarkasi Jakarta-Bekasi ini dialihkan dari rute semula, Jeddah–Jakarta, akibat adanya ancaman bom yang diterima melalui surat elektronik (e-mail).

Tidak Ditemukan Bom atau Bahan Peledak

Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II Medan, Asri Santosa, menjelaskan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, tidak ditemukan adanya bahan peledak.

Baca Juga: Pesawat Haji Saudia Airlines Dialihkan ke Medan Akibat Ancaman Bom

“Pemeriksaan selesai pukul 18.47 WIB dan tidak ditemukan bom atau indikasi bahan peledak lainnya. Seluruh penumpang dan kru telah diinapkan di penginapan terdekat,” kata Asri dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Tim gabungan dari berbagai instansi dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan, termasuk Tim Gegana Polri, Tim Penjinak Bom dari Polda Sumatera Utara, personel TNI AD dan AU, Aviation Security, serta tim PKP-PK dari Bandara Kualanamu.

“Pemeriksaan mencakup seluruh penumpang, kru, kabin, serta kompartemen kargo,” tambah Asri.

Ia juga memastikan bahwa operasional penerbangan lain di Bandara Kualanamu tetap berjalan normal. Proses penanganan dilakukan di area isolasi agar tidak mengganggu jadwal penerbangan yang lain.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan cepat tersebut.

“Kami memberikan apresiasi kepada segenap pihak, baik operator penerbangan, Komite Keamanan Bandar Udara Kualanamu, Pemerintah Daerah setempat, dan pihak terkait lainnya, atas langkah cepat yang diambil sehingga kondisi aman terkendali dan kondusif,” ucap Lukman.

Baca Juga: Pesawat Air India Jatuh di Permukiman Padat Ahmedabad, 242 Orang Jadi Korban

Ia menegaskan bahwa penanganan insiden ini dilakukan sesuai regulasi yang berlaku, yakni Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 140 Tahun 2015 tentang Program Penanggulangan Keadaan Darurat Keamanan Penerbangan Nasional, serta Keputusan Dirjen Perhubungan Udara Nomor PR 22 Tahun 2024 tentang Pedoman Teknis Penilaian Ancaman Keamanan Penerbangan.

Rencananya, pesawat Saudia Airlines SV 5276 akan kembali melanjutkan penerbangan ke Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu pagi, 18 Juni 2025.