Pemerintah Pusat Siapkan Relokasi dan Rumah Panggung Atasi Banjir Minahasa

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, memimpin rapat koordinasi penanganan darurat banjir di Kabupaten Minahasa, di Kantor Bupati Minahasa, Kamis (12/6). Foto: HO/Faktakalbar.id
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, memimpin rapat koordinasi penanganan darurat banjir di Kabupaten Minahasa, di Kantor Bupati Minahasa, Kamis (12/6). Foto: HO/Faktakalbar.id
  • 5 unit perahu karet dan mesin

  • 200 selimut

  • 200 matras

  • 300 paket sembako

  • 100 paket susu bayi

  • 2 unit perahu katamaran

  • 1 unit truk serbaguna

Sebelumnya, BNPB telah menyalurkan bantuan awal berupa tenda, selimut, sembako, dan toilet portabel. Suharyanto menekankan pentingnya pendataan bagi warga yang rumahnya akan direnovasi atau direlokasi.

Tinjauan Lapangan dan Dialog dengan Warga

Usai rapat, Kepala BNPB meninjau langsung kawasan terdampak banjir di Kelurahan Ro’ong, Tondano Barat.

Baca Juga: Rentetan Bencana di Indonesia, BNPB Kirim Bantuan dan Imbau Kesiagaan

Ia juga berdialog dengan warga, menegaskan bahwa pemerintah hadir dalam setiap tahap penanggulangan bencana, dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga solusi jangka panjang.

Banjir Terparah dalam Lima Tahun Terakhir

Banjir yang terjadi sejak 21 April hingga 1 Mei 2025 ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan Danau Tondano meluap. Lima kecamatan terdampak, yaitu Kakas, Tondano Barat, Tondano Timur, Eris, dan Remboken.

Data BNPB mencatat:

  • 2.757 Kepala Keluarga atau 7.330 jiwa terdampak

  • 1.313 jiwa mengungsi

  • 1.889 rumah terdampak

  • 4 sekolah ikut terdampak

Banjir kali ini merupakan yang terparah dalam lima tahun terakhir.

Penyebabnya selain curah hujan tinggi adalah pendangkalan daerah aliran sungai (DAS), penumpukan sampah, dan kerusakan pintu air.

Baca Juga: BNPB Gelar Seminar Nasional Pengembangan Sains dan Teknologi Menuju Industrialisasi Kebencanaan

Selama lima tahun terakhir, bencana hidrometeorologi seperti banjir, cuaca ekstrem, dan longsor mendominasi bencana alam di Sulawesi Utara, dengan total 149 kejadian.

Danau Tondano sendiri merupakan danau terbesar di Sulawesi Utara dengan luas sekitar 4.000 hektare, dikelilingi Gunung Lembean, Kaweng, Masarang, dan Bukit Tampusu.