Faktakalbar.id, SAMBAS – Setelah tiga hari berjibaku dengan api, tim gabungan akhirnya berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Serumpun, Kecamatan Salatiga, Kabupaten Sambas.
Kebakaran tersebut terpantau di kawasan Hutan Produksi Sungai Sebangkau dan Sungai Selakau.
Lokasi ini didominasi oleh vegetasi gambut, resam, kelapa sawit, nanas, serta semak belukar.
Titik panas atau hotspot dengan kategori tinggi sempat terdeteksi di wilayah ini.
Baca Juga: Menteri Kehutanan Raja Juli Apresiasi Penurunan Karhutla di Kalimantan Barat dalam 5 Tahun Terakhir
Dalam upaya pemadaman, sejumlah pihak terlibat langsung di lapangan. Mereka terdiri dari Brigade Dalkarhutla UPT KPH Wilayah Sambas, Satgas Karhutla Desa Serumpun, personel TNI, Polri, serta tim pemadam dari PT Sumatera Unggul Makmur (PT. SUM).
Tim gabungan ini menggunakan lima unit mesin pemadam, dengan rincian empat unit milik PT. SUM dan satu unit Waterax milik UPT KPH Sambas.
Kepala UPT KPH Wilayah Sambas, Ponty Wijaya, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam proses pemadaman karhutla tersebut.
“Kami mengapresiasi upaya keras tim dan masyarakat dalam menangani karhutla ini,” ujar Ponty.
Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada menjelang musim kemarau.
Ia menegaskan pentingnya tidak membuka lahan dengan cara dibakar, khususnya di kawasan gambut yang sangat rentan terhadap kebakaran.
“Kebakaran di lahan gambut sangat berbahaya dan sulit dikendalikan. Mari jaga lingkungan bersama,” tegasnya.
Kebakaran yang terjadi di kawasan hutan produksi ini tidak hanya berisiko merusak ekosistem, tetapi juga bisa mengganggu aktivitas masyarakat setempat.
Karena itu, UPT KPH Sambas akan terus melakukan pemantauan terhadap hotspot serta meningkatkan kesiapan tim untuk mencegah kejadian serupa.
















