Tahapan Seleksi Sekda Sanggau Berlanjut, Siapa Paling Berpeluang?

Ilustrasi - Sebanyak 11 kandidat yang lolos seleksi administrasi dan rekam jejak bersiap mengikuti tahapan lanjutan dalam seleksi terbuka Sekda Sanggau. (Dok. Faktakalbar.id)
  • Agus Sukanto, S.Hut

  • Drs. Alipius, M.Si

  • Drs. Anselmus

  • Drs. Aswin Khatib, M.Si

  • Ir. Didit Richardi, MT

  • Eduardus Evald, S.Sos

  • Ginting, S.Si. Apt. M.KM

  • Ignatius Irianto, S.Sos., M.Si

  • Joni Irwanto, S.IP

  • Shopiar Juliansyah, S.E., MM

  • Wellem Suherman, S.H.

Pengamat kebijakan publik Kalimantan Barat, Dr. Herman Hofi Munawar, menyebut bahwa ada tiga indikator utama yang memengaruhi peluang para kandidat untuk terpilih.

Baca Juga: Bupati Sanggau Yohanes Ontot Yakin Persediaan Pangan Lokal Mampu Penuhi Kebutuhan MBG

Pengalaman struktural dalam birokrasi, keselarasan visi dengan kepala daerah, dan kemampuan manajerial untuk memimpin lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

“Beberapa nama menonjol dari sisi pengalaman dan jabatan strategis. Namun, dinamika bisa berubah jika kepala daerah menginginkan figur pembaru,” ujar Herman pada Senin (9/6).

Dari 11 nama tersebut, Drs. Alipius, M.Si dinilai sebagai kandidat terkuat.

Ia saat ini menempati posisi strategis dan memiliki latar belakang pendidikan ilmu sosial yang mendukung tata kelola pemerintahan.

Disusul oleh Drs. Anselmus, seorang birokrat senior yang memiliki pengalaman panjang dalam memimpin OPD dan dikenal luas di kalangan ASN.

Sementara itu, Wellem Suherman, S.H. dianggap sebagai kuda hitam dengan potensi besar, terutama jika Bupati Sanggau menginginkan adanya regenerasi dan penyegaran di tubuh birokrasi.

Latar belakang hukum dan usia yang relatif muda menjadi nilai tambah bagi Wellem.

Nama-nama seperti Drs. Aswin Khatib, Shopiar Juliansyah, Ignatius Irianto, Eduardus Evald, Ir. Didit Richardi, Agus Sukanto, dan Joni Irwanto berada di posisi menengah dalam peta persaingan. Peluang mereka akan sangat bergantung pada kekuatan rekam jejak, performa dalam uji kompetensi, serta dukungan dari pihak internal maupun eksternal.

Baca Juga: AKP Bunga Tri Yulitasari Resmi Jabat Kasatlantas Polres Sanggau, Gantikan AKP Risqi Ardian

Ginting, S.Si. Apt. M.KM dari sektor kesehatan diprediksi memiliki peluang terbatas, kecuali panitia seleksi mempertimbangkan pendekatan teknokratik lintas sektor sebagai prioritas.

Uji kompetensi akan dilaksanakan oleh lembaga independen.

Setelah itu, para kandidat akan menjalani wawancara langsung oleh Bupati Sanggau.

Hasil akhir seleksi ini akan dikonsultasikan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan disahkan oleh Kementerian Dalam Negeri.

Dr. Herman menegaskan bahwa posisi Sekda sangat menentukan arah jalannya pemerintahan daerah.

“Pemilihan Sekda adalah proses yang sangat strategis. Ia merupakan jabatan tertinggi dalam struktur birokrasi daerah, yang berperan mengoordinasikan seluruh perangkat daerah, menjadi administrator pemerintahan, serta fasilitator pembangunan,” jelasnya.

“Karena itu, seorang Sekda harus punya kompetensi akademik dan kemampuan komunikasi yang baik. Ia harus bisa menjalin interaksi yang efektif dengan pejabat pemerintah, masyarakat, serta para pemangku kepentingan lainnya.”

“Sebaik apa pun konsep pembangunan dari kepala daerah, tidak akan bisa terlaksana tanpa dukungan dari Sekda yang mampu menerjemahkan visi tersebut ke dalam kebijakan yang konkret dan berkesinambungan,” pungkasnya.

Baca Juga: Tim Wasrik Itdam XII/Tanjungpura Lakukan Pemeriksaan di Kodim 1204/Sanggau