Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana alam yang terjadi hingga Minggu (8/6), dengan banjir dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) menjadi yang paling dominan.
Di Provinsi Sumatra Selatan, banjir melanda Desa Ulak Pianggu, Kecamatan Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir pada Sabtu (7/6) pukul 10.00 WIB.
Banjir ini disebabkan oleh hujan deras yang memicu luapan sungai, dan merendam 15 rumah warga. BPBD setempat telah melakukan pendataan dan melaporkan kondisi air mulai surut.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Landa Indonesia, BNPB Catat 30 Bencana dalam Sehari
Masih di provinsi yang sama, banjir juga terjadi di Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin. Sebanyak 90 rumah terdampak.
BPBD Kabupaten Musi Banyuasin langsung mendistribusikan bantuan logistik dan obat-obatan, serta terus memantau kondisi wilayah terdampak. Hasil pantauan terbaru menyebutkan banjir telah surut.
Di Sulawesi Selatan, hujan lebat menyebabkan banjir di dua desa di Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara.
Sebanyak 25 rumah, satu tempat ibadah, satu akses jalan, dan 20 hektar lahan kelapa sawit ikut terdampak. BPBD Kabupaten Luwu Utara melaporkan bahwa banjir kini telah surut.
Sementara itu, karhutla terjadi di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh pada Jumat (6/6).
Sekitar lima hektar lahan terbakar. BPBD setempat mengerahkan dua armada pemadam dari Posko Singah Mulo dan Posko 04 Blang Rakal.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, dan saat ini api telah berhasil dipadamkan.
Karhutla juga melanda Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, akibat pembakaran sisa daun tebu. Sebanyak empat hektar lahan terbakar.
Baca Juga: BNPB Catat 21 Kejadian Bencana dalam 24 Jam Terakhir, Termasuk Longsor dan Karhutla
BPBD Klaten dan tim gabungan berhasil memadamkan api menggunakan alat portable dan pasir untuk mencegah merambat ke lahan warga.
Di Kabupaten Toba, Sumatra Utara, karhutla terjadi pada Sabtu (7/6) pukul 17.30 WIB. Dugaan sementara, api berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan.
Sekitar lima hektar lahan terbakar dan api berhasil dipadamkan pada pukul 20.00 WIB oleh BPBD dan tim gabungan.
Tak hanya itu, hujan lebat disertai angin kencang menerjang dua kecamatan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (7/6).
Akibatnya, satu rumah rusak berat, lima rumah rusak sedang, 18 rumah rusak ringan, dan satu akses jalan terdampak.
BPBD Kabupaten Bogor melakukan pembersihan material bangunan dan pohon tumbang.
Menanggapi rentetan kejadian ini, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, dan karhutla.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah atau sisa pertanian, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan di area yang rawan terbakar,” imbau BNPB.
Baca Juga: BNPB Update Bencana Awal Juni 2025, Sejumlah Daerah Masih Tergenang
Bagi masyarakat yang tinggal di dekat daerah aliran sungai, BNPB menyarankan untuk aktif memantau prakiraan cuaca.
“Jika hujan deras terjadi lebih dari satu jam, warga sebaiknya segera mengungsi ke tempat aman dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah,” Tulis BNPB pada keterangan resminya.
















