Jakarta Juga Terancam
Meski tidak sebesar di wilayah lain, tsunami akibat gempa Megathrust juga diprediksi bisa mencapai Jakarta Utara.
Rahma memperkirakan ketinggian tsunami di Jakarta antara 1 hingga 1,8 meter, namun datangnya lebih lambat dibanding wilayah selatan Jawa.
“Kalau di selatan Jawa, tsunami sampai dalam waktu 40 menit, bahkan di Lebak hanya 18 menit. Tapi di Jakarta Utara, tsunami datang 2,5 jam setelah gempa,” jelasnya.
Baca Juga: Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Bengkulu Magnitudo 6.3, Status Tanggap Darurat Ditetapkan
BMKG: Mitigasi Bencana Lebih Penting dari Sekadar Peringatan
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan bahwa isu Megathrust bukanlah hal baru, namun perlu terus digaungkan demi meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
“Kenapa kami terus mengingatkan? Tujuannya adalah agar segera melakukan mitigasi,” Ujarnya.
Dwikorita menegaskan, tujuan utamanya adalah kesiapsiagaan, edukasi, dan perlindungan masyarakat.
Langkah-Langkah Antisipasi Megathrust di Indonesia, BMKG telah melakukan berbagai langkah antisipasi, termasuk:
-
Pemasangan sistem peringatan dini tsunami InaTEWS di zona-zona rawan Megathrust.
-
Edukasi publik dan pendampingan pemerintah daerah dalam membangun jalur evakuasi, shelter tsunami, dan sistem peringatan dini.
-
Bergabung dengan Indian Ocean Tsunami Information Center, untuk berbagi ilmu dan strategi mitigasi dengan 25 negara lain.
-
Pemeriksaan berkala sistem peringatan, seperti sirine tsunami yang dihibahkan ke daerah, agar tetap berfungsi optimal.
-
Penyebarluasan informasi peringatan dini bekerja sama dengan Kementerian Kominfo.
“Sirine tsunami adalah tanggung jawab pemerintah daerah. Kami rutin mengetes tiap tanggal 26. Sebagian besar berfungsi, meski ada juga yang rusak,” terang Dwikorita.
Baca Juga: 34 Rumah Rusak Akibat Gempa Magnitudo 6,3 di Bengkulu, Warga Diminta Tetap Waspada
















