Bandara Supadio Kembali Menyandang Status Internasional, Wali Kota Pontianak Sambut Positif

Peresmian reaktivasi Bandara Udara Internasional Supadio. Foto: HO/Faktakalbar.id
Peresmian reaktivasi Bandara Udara Internasional Supadio. Foto: HO/Faktakalbar.id

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Bandara Supadio kembali menyandang status sebagai bandara internasional, setelah sebelumnya sempat diturunkan menjadi bandara domestik.

Peresmian perubahan status ini dilakukan secara simbolis melalui penabuhan rebana oleh Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa, Wakil Gubernur Kalbar Krisantus, dan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Gedung VIP Bandara, Rabu (4/7/2025).

Penetapan ini mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 31 Tahun 2024 yang ditandatangani pada 2 April 2024.

Baca Juga: Rencana Reaktivasi Status Internasional Bandara Supadio Dapat Respon Positif, 3 Maskapai Direncanakan Buka Jalur

Sebelumnya, Bandara Supadio termasuk dalam 17 bandara yang status internasionalnya dicabut.

Dengan kembali beroperasinya rute internasional di Bandara Supadio, rute penerbangan luar negeri, khususnya ke Malaysia, akan segera dibuka kembali.

Hal ini disambut positif oleh Pemerintah Kota Pontianak.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menilai reaktivasi bandara internasional ini sebagai langkah penting dalam mendorong sektor pariwisata dan memperkuat ekonomi lokal.

“Termasuk Pontianak sebagai pintu masuk Provinsi Kalbar,” ujar Edi Kamtono.

Menurutnya, kehadiran rute penerbangan langsung dari luar negeri, seperti Kuching (Malaysia), akan membuka peluang besar bagi pengembangan sektor wisata.

Jalur ini dinilai strategis untuk memperkenalkan potensi kota, baik dari sisi budaya, kuliner, maupun destinasi wisata.

“Pontianak bisa menjadi kota transit strategis. Wisatawan dari Kuching yang ingin ke Yogyakarta, Surabaya, Jakarta, atau kota besar lainnya di Indonesia bisa singgah di Pontianak terlebih dahulu. Ini memberikan peluang bagi kita untuk memperkenalkan budaya, kuliner, dan destinasi wisata lokal,” jelasnya.

Baca Juga: Sujiwo Sambut Baik Rencana Reaktivasi Status Internasional Bandar Udara Supadio

Edi juga menambahkan bahwa dampak kunjungan wisatawan mancanegara akan terasa langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM seperti pedagang oleh-oleh dan pelaku usaha kuliner.

“Semakin banyak yang datang, maka perputaran uang di kota ini akan meningkat. Ini bukan hanya peluang bagi sektor pariwisata saja, tapi juga penguatan ekonomi masyarakat secara menyeluruh,” ungkapnya.

Ia mengimbau seluruh warga dan pelaku usaha di Pontianak untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga citra kota agar wisatawan merasa nyaman dan aman selama berada di kota ini.

Wali Kota Edi menegaskan bahwa kehadiran kembali penerbangan internasional ini membuat Pontianak menjadi salah satu representasi Indonesia di mata dunia.

“Maka, kesiapan kota dari sisi infrastruktur, layanan publik, hingga keramahan warga menjadi hal penting. Kita ingin memberikan kesan yang baik kepada dunia,” pungkasnya. (ra/prokopim)

Baca Juga: Videotron Senilai Rp7 Miliar Tak Pernah Menyala di Bandara Supadio, Diduga Terdapat Kerugian Negara