Faktakalbar.id, PONTIANAK – Tragedi kematian bocah pengamen di bawah Jembatan Siantan, Kecamatan Pontianak Utara, membuka tabir kelam kehidupan jalanan yang penuh kekerasan.
Pelaku yang diduga menganiaya korban hingga tewas, APR, ternyata dikenal sebagai sosok bringas dan bertemperamen tinggi oleh warga sekitar.
Menurut pengakuan beberapa warga yang enggan disebutkan namanya, APR sering terlihat marah-marah di jalan bahkan tanpa alasan yang jelas.
Ia dikenal kerap mengintimidasi tetangga dan memperlakukan orang di sekitarnya dengan kasar.
“Orangnya memang kasar, bawaannya emosi terus. Kalau korban nangis saja, bisa langsung dia bentak. Beberapa kali saya lihat dia marah-marah ke si anak,” kata Harun, tetangga yang tinggal dekat rumah korban, Jumat (30/05/2025).
Harun juga menyayangkan tidak adanya laporan resmi yang masuk kepada pihak berwenang sejak awal kejadian kekerasan berlangsung.
“Kalau saja dari dulu ada laporan yang masuk resmi, mungkin kami bisa minta bantuan polisi. Tapi sang ibu takut kenapa-napa kalau lapor,” tambah Harun.
Sosok APR pacar ibu korban kini menjadi sorotan publik.
Pihak kepolisian telah menahan pelaku dan melakukan proses penyelidikan lanjutan atas kasus kekerasan terhadap anak yang menyebabkan kematian.
Baca juga: Anak Berkebutuhan Khusus Tewas di Jembatan Landak Pontianak, Pacar Ibu Korban Ditangkap
(amb)
Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id
















