Sambas  

Mengenal Tradisi Belarak dalam Pernikahan Melayu Sambas

Prosesi belarak pengantin di Kartiasa Sambas. (Istimewa)
Prosesi belarak pengantin di Kartiasa Sambas. (Istimewa)

Faktakalbar.id, SAMBAS – Dalam pernikahan adat Melayu Sambas, Kalimantan Barat, terdapat satu tradisi yang sangat melekat dan dikenal luas oleh masyarakat, yaitu tradisi Belarak.

Tradisi ini merupakan prosesi arak-arakan kedua mempelai pengantin yang dilakukan dengan berjalan kaki, diiringi oleh keluarga dari kedua belah pihak.

Arak-arakan ini biasanya semakin meriah dengan kehadiran musik tradisional tanjidor dan kadang juga diiringi pemain tar, yang memberikan suasana penuh kemeriahan dan sakral.

Baca Juga: Mengenal Saprahan, Tradisi Makan Bersama yang Menjaga Nilai Kebersamaan Masyarakat Melayu Sambas

Dikutip dari blogspot pena biru, Belarak tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi juga menunjukkan rasa syukur, kebersamaan, dan penghormatan terhadap kedua mempelai.

Prosesi ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian penting dari adat pernikahan yang menyatukan nilai budaya, kekeluargaan, dan spiritualitas masyarakat Melayu Sambas.

Prosesi Belarak biasanya dilakukan dua kali dalam rangkaian acara pernikahan. Pertama, pada hari yang disebut
motong atau antar pakatan, yaitu hari menjelang pesta pernikahan.