“Kadang harus beli, satu ikat bahan mentah sekarang harganya Rp40.000. Itu pun sekarang susah cari karena banyak yang rusak dan ditebang,” jelasnya.
Meski begitu, ketekunan Darlina membuahkan hasil yang membanggakan. Tikar buatannya kini telah menembus pasar internasional dan banyak diekspor ke Malaysia, dengan harga jual mencapai Rp140.000 per lembar.
“Kalau untuk lokal saya kurang tahu, karena kebanyakan langsung dibawa ke Malaysia,” tuturnya.
(DNS)
Baca Juga: Santokuhiru, Kafe Alam Estetik di Sajingan Besar Sambas
















