Faktakalbar.id, SAMBAS – Di sebuah desa Kuala Kecamatan Selakau, tinggal seorang ibu tangguh bernama Darlina. Selama lebih dari tiga dekade, ia mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan warisan budaya leluhurnya yaitu menganyam tikar tradisional.
Kegiatan menganyam ini bukan sekadar pekerjaan bagi Darlina. Ia telah menekuninya sejak usia muda, mengikuti jejak orang tuanya yang mewariskan keterampilan tersebut secara turun-temurun.
Baca Juga: Mengenal Saprahan, Tradisi Makan Bersama yang Menjaga Nilai Kebersamaan Masyarakat Melayu Sambas
“Saya sudah mulai sejak muda. Ini sudah jadi kebiasaan sejak kecil,”ujar Darlina.
Tikar hasil anyaman Darlina dikenal memiliki dua motif favorit pembeli yaitu motif serong dan petak-petak. Bersama satu orang yang membantu, Darlina mampu menyelesaikan satu tikar dalam waktu satu hari. Tikar-tikar ini berukuran besar, yakni 160 cm x 2 meter.
Namun, menjaga kelestarian tradisi ini tidaklah mudah. Salah satu tantangan terbesar yang ia hadapi adalah kesulitan mendapatkan bahan baku.
















