Melati Sarnita, Srikandi Tambang yang Hancurkan Stereotip dan Pimpin Hilirisasi

Melati Sarnita membuktikan bahwa perempuan mampu bersaing dan memimpin di sektor pertambangan. Dengan visi hilirisasi, ia mengubah wajah industri tambang Indonesia.
Melati Sarnita membuktikan bahwa perempuan mampu bersaing dan memimpin di sektor pertambangan. Dengan visi hilirisasi, ia mengubah wajah industri tambang Indonesia.

Faktakalbar.id, JAKARTA – Saat industri pertambangan bergerak menuju proses hilirisasi dan penerapan prinsip keberlanjutan, peran perempuan mulai mendapat sorotan penting.

Sosok Melati Sarnita, Direktur Pengembangan Usaha PT Inalum, hadir sebagai contoh nyata perempuan yang mampu menorehkan pengaruh besar di sektor tambang nasional.

Baca juga: Freeport Indonesia Kirim Emas Batangan Perdana ke ANTAM, Perkuat Hilirisasi Tambang Nasional

Meski sektor pertambangan identik dengan pekerjaan fisik dan lingkungan kerja yang keras, Melati menegaskan bahwa perempuan memiliki peluang yang sama. Ia membantah anggapan bahwa perempuan sulit bersaing di industri ini.

“Saya lebih fokus ‘how can I do’, instead mendengarkan omongan orang lain karena saya yakin tempat bekerja requirement sama. Jadi semua orang mulai pada dasar yang sama,” ujar Melati dalam Top Women Fest CNBC Indonesia 2025 di Anjungan Sarinah, Jakarta, Sabtu (24/5/2025).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hanya 10% pekerja di sektor pertambangan dan galian adalah perempuan.

Minimnya representasi ini kerap menimbulkan stereotip diskriminatif, namun Melati menolak tunduk pada hal itu.

Melati Sarnita, akrab disapa Memel, adalah sosok perempuan yang membuktikan bahwa kemampuan dan semangat dapat mengalahkan hambatan.

Ia menyelesaikan pendidikan sarjana Teknik Metalurgi di Universitas Indonesia (1999), dan meraih gelar Magister Manajemen Strategis dari Universitas Gadjah Mada (2007).

Kariernya melesat melalui berbagai posisi strategis, termasuk sebagai Direktur Komersial PT PGN LNG Indonesia (2017–2019) dan PT Krakatau Steel (2020–2023).

Ia juga pernah menjabat Komisaris di beberapa anak perusahaan Krakatau Steel seperti PT Krakatau Daya Listrik dan PT KHI Pipe Industries.

Pengangkatan Melati sebagai Direktur Pengembangan Usaha Inalum pada 16 Juni 2023 menandai babak baru dalam kontribusinya terhadap hilirisasi industri dan pembangunan ekosistem logam strategis.

Ia juga mendorong kolaborasi lintas sektor dalam mendukung transisi energi, termasuk kendaraan listrik.

Menurutnya, keberhasilan perempuan bukan soal teknis semata, tapi juga rasa cinta terhadap pekerjaan. “Stereotip itu harus kita kalahkan dengan kita sendiri,” tegas Melati.

Atas kiprahnya yang menginspirasi, Melati Sarnita dianugerahi penghargaan Inspiring Women Leader Award in Mining Industry oleh CNBC Indonesia.

Sosoknya menjadi simbol nyata bahwa perempuan mampu hadir di ruang-ruang strategis industri dan membawa perubahan berarti. (*/red)

Baca juga: