Melalui program 100 hari kerja tahun 2025, Pemkot Pontianak telah menambah anggaran sebesar Rp3,6 miliar. Dana ini ditujukan untuk mendukung 2.000 guru ngaji dan petugas fardhu kifayah di kota tersebut.
“Ini bentuk nyata perhatian kami terhadap pembinaan keagamaan di Kota Pontianak,” jelas Bahasan.
Tak hanya fokus pada aspek spiritual, Pemerintah Kota Pontianak juga berkomitmen menjaga lingkungan dengan menghidupkan kembali budaya gotong royong.
“Kami sudah mengaktifkan kembali gerakan bersih-bersih lingkungan. Kami berharap camat, lurah, RT dan RW mengajak warganya bergotong royong secara rutin,” imbuhnya.
Langkah ini dinilai penting untuk mencegah saluran air tersumbat dan mengurangi risiko banjir. (ra/prokopim)
Baca Juga: MTQ ke-33 Pontianak Barat Resmi Ditutup, Wakil Wali Kota Tekankan Pentingnya Membumikan Al Quran
















