Sementara itu, Sultan Sintang, Raden Barrie Danu Brata, menyampaikan bahwa makan saprah itu terdiri dari dua kelompok.
“Untuk makan saprah di kalangan tokoh masyarakat disebut saprah agung. Untuk masyarakat umum dinamakan saprah anak negeri,” ungkapnya.
Sultan Sintang itu pun turut menjelaskan makna dari saprahan pada Hari Jadi Sintang.
“Makna saprahan ini adalah untuk merayakan atau selamatan atau syukuran untuk semua golongan masyarakat. Khusus hari ini, kita makan saprahan dalam rangka hari jadi Kota Sintang yang ke-663 Tahun 2025,” jelasnya.
Sultan Sintang, Raden Barrie Danu Brata, juga sepakat agar tradisi makan saprahan dapat dijaga dan terus dilestarikan dengan melaksanakan makan saprahan di acara tertentu.
“Makan saprahan bisa menjaga kebersamaan di antara anak bangsa. Karena saat makan saprahan ini, kita bisa saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya,” tutupnya.[Jn]
Baca juga: Pria Penjual Balon Ditemukan Tak Bernyawa di Teras Kantor KONI Sintang
















