Kolaborasi Lintas Sektor, Polda Kalbar Pimpin Rapat Ketahanan Pangan Jelang Panen Raya Jagung

Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Pipit Rismanto memberikan pemaparan dalam rapat koordinasi bersama Forkopimda dan tokoh masyarakat guna memperkuat sinergi pengamanan wilayah di Kalbar, Kamis (15/5/2025). Faktakalbar.id
Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol. Pipit Rismanto. (Dok. Ho/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK — Polda Kalimantan Barat menggelar Rapat Koordinasi Program Ketahanan Pangan dan Kesiapan Panen Raya Jagung Nasional di Graha Khatulistiwa, Kamis (15/5).

Rapat ini dipimpin langsung oleh Kapolda Kalbar Irjen Pol. Pipit Rismanto dan dihadiri Gubernur Kalbar Ria Norsan, kepala daerah se-Kalimantan Barat, pejabat dinas pertanian, serta seluruh Kapolres jajaran.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya lintas sektoral dalam mendukung program swasembada pangan nasional, dengan jagung sebagai komoditas utama.

Kapolda Kalbar menegaskan bahwa kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, petani, hingga media, sangat penting dalam memperkuat ketahanan pangan.

“Polda Kalbar menerapkan prinsip kerja Responsif, Partnership, dan Solutif. Kami tak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan seluruh elemen, termasuk petani dan dinas terkait, menjadi kunci keberhasilan program ini,” ujarnya.

Baca Juga: Pemkab Kubu Raya Siapkan 325 Hektare Lahan Dukung Program Ketahanan Pangan

Kapolda juga mengungkapkan bahwa panen raya jagung direncanakan pada Juni 2025 dan akan dipusatkan di Kabupaten Bengkayang. Sebanyak 10.094 hektare lahan telah digarap sejak November 2024, mencakup monokultur dan tumpang sari, dengan Bengkayang sebagai penyumbang terbesar.

Sementara itu, aplikasi digital sedang dikembangkan untuk mendukung pemantauan produksi dan distribusi hasil pertanian secara transparan dan efisien.

“Ini bagian dari transformasi pertanian menuju era digital yang lebih akuntabel dan produktif,” tambah Kapolda.

Dengan kolaborasi lintas sektor ini, Polda Kalbar optimis panen raya mendatang dapat meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat posisi Kalimantan Barat sebagai daerah swasembada jagung nasional.

(RDL)