-
Richard Ngo dengan naskah Nyanyian Angsa karya Anton Chekov
-
Utin Anissa membawakan naskah Sumarah karya Tentrem Lestari
-
Totok Satrio Raharjo mementaskan AENG karya Putu Wijaya
Dalam sambutannya, Hambali menegaskan pentingnya dukungan terhadap pengembangan seni budaya di Kapuas Hulu. Ia berkomitmen mendorong pembangunan sentra kegiatan kesenian serta memfasilitasi aktivitas komunitas seni melalui pokok pikiran anggota DPRD.
“Dukungan terhadap seni budaya harus berkelanjutan agar generasi muda bisa tumbuh kreatif dan cinta terhadap warisan daerah,” ungkap Hambali.
Baca Juga: Pementasan Teater “Bertiga Monolog” Siap Digelar di Putussibau untuk Peringati Hardiknas 2025
Pernyataan ini disambut positif oleh para pelaku seni. Richard Ngo, aktor dan sutradara asal Putussibau mengatakan, “Sudah semestinya Kapuas Hulu memiliki gedung pertunjukan dan pusat kegiatan seniman, mengingat potensi seni budaya daerah yang begitu melimpah.”
Pementasan teater monolog HARDIKNAS 2025 ini menjadi simbol semangat, kreativitas, dan ketahanan komunitas seni Putussibau, yang terus berkarya meski dengan keterbatasan fasilitas. Melalui kegiatan ini, seni ditampilkan sebagai bagian penting dari pendidikan dan pembentukan karakter bangsa.
















