Faktakalbar.id, KETAPANG – Minggu ini, warga Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) dihebohkan oleh adanya ajaran yang diduga sesat yang tersebar di Kecamatan Sandai. Ajaran yang dinamakan ‘Islam Sejati’ ini disebarkan oleh seorang pria berinisial AK. Ajaran ini dianggap menyimpang dari ajaran Islam yang sahih, yang memicu keresahan di masyarakat.
Kasus ini bermula dari beredarnya video yang dikirimkan oleh masyarakat. Video tersebut memperlihatkan aktivitas kelompok yang mendukung ajaran tersebut, yang kemudian menjadi viral. Menyikapi hal ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sandai dan Kabupaten Ketapang turun tangan untuk menelusuri lebih lanjut.
Baca Juga: Diduga Ada Aliran Sesat Di Kecamatan Sandai
Pengamatan MUI dan Dugaan Ajaran Sesat
Ketua MUI Kabupaten Ketapang, KH M Faisol Maksum, mengungkapkan bahwa kasus ini berawal dari video yang dikirimkan oleh masyarakat yang mencurigai ajaran tersebut. Dalam video itu, terlihat adanya percakapan antara anggota kelompok yang diduga terkait dengan ajaran tersebut.
Setelah melakukan penelusuran lebih lanjut dengan bantuan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pengamatan langsung, Faisol menyatakan bahwa ajaran ini berpotensi sesat. “Kami sudah memberi tahu pengikut ajaran ini bahwa ajaran tersebut terindikasi sesat. Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak berwenang, seperti Tim PAKEM, Polres, dan Kemenag Ketapang untuk mengambil langkah selanjutnya,” kata Faisol pada Kamis (24/4/2025).
Ajaran yang Diduga Menyimpang
Salah satu ajaran yang disebarkan oleh kelompok ini adalah tentang salat. Mereka mengajarkan bahwa salat batiniah adalah yang paling utama, dengan tujuan untuk menghilangkan salat fardu, yang dianggap hanya sebagai sarana untuk riya atau dipandang orang. Ajaran ini bertentangan dengan ajaran Islam yang sahih, di mana salat fardu adalah kewajiban utama bagi setiap Muslim.
Selain itu, aliran ini juga mengajarkan bahwa ibadah haji tidak perlu dilakukan ke Makkah, melainkan cukup dengan berziarah ke Makam Matan dan Tanjungpura. Namun, alasan di balik ajaran ini belum dapat dijelaskan secara jelas.
Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id
















