Selain itu, Disperpusip juga memprioritaskan penguatan platform digital, seperti optimalisasi aplikasi Srikandi untuk pengelolaan arsip berbasis elektronik di seluruh perangkat daerah, sebagai bagian dari reformasi birokrasi yang adaptif dan berbasis teknologi informasi.
Rendrayani menekankan bahwa meski menghadapi tantangan keterbatasan anggaran dan sumber daya, strategi kolaboratif dan inovatif akan menjadi kunci keberhasilan.
“Kami optimis, melalui kerja sama lintas sektor dan semangat gotong royong, semua target yang kami tetapkan dalam Renstra ini akan tercapai dengan baik,” pungkas Rendrayani.
Dengan langkah terencana ini, Disperpusip Pontianak bertekad menjadikan perpustakaan dan kearsipan sebagai garda terdepan dalam mewujudkan masyarakat Pontianak yang lebih cerdas, inklusif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (*)
Baca Juga: Krisantus Ingatkan Kehadiran OPD Penting: Kalau Tak Hadir, Saya Anggap Tak Mau Disitu Lagi
















