“Fogging gratis tapi untuk dilakukan fogging ada syarat-syarat tertentu untuk melakukan fogging” itu juga ungkapnya.
Selain itu, Puskesmas Sungai Durian juga memberikan penyuluhan tentang demam berdarah karena di awal tahun 2025 diperkirakan akan mulai meningkatnya kasus demam berdarah di Sintang. “Kita lakukan penyuluhan-penyuluhan tentang demam berdarah dan juga kita lakukan pembagian abate atau dari masyarakat pun bisa meminta abate dari puskesmas,” tambahnya.
Baca Juga: Bappeda Sintang Targetkan PAD Sintang Tahun 2026 Bisa Capai Rp207 Miliar
Per April 2025 sudah ditemukan 6 kasus demam berdarah di Sintang, yaitu terdapat tiga kasus demam berdarah di Kelurahan Kapuas Kanan Hulu, satu kasus di Marti Guna, satu kasus di Mengkurai dan satu kasus di Kapuas Kanan Hilir.
Menanggapi kasus tersebut, Haryono menghimbau kepada masyarakat untuk selalu giat menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan 3M Plus yaitu Menguras, Menutup, Mendaur ulang dan juga Plus, menaburkan bubuk abate; menggunakan kelambu; menggunakan obat anti nyamuk; memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk; menanam tanaman pengusir nyamuk; mengatur cahaya dan ventilasi; serta mencegah pakaian tergantung di rumah.
“Yang pasti jangan lalai dan lengah dan juga kalau ada anak atau orang dewasa yang demam hingga 3 hari silahkan memeriksakan diri ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat, karena penyakit ini tidak memilih anak-anak saja tapi orang dewasa juga” tutupnya. (Jn/Vika Krisa)
Baca Juga: Kabupaten Sintang Siap Ikuti Pesparani Kalbar, Bupati Dukung LP3KD
Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id
















