Imunisasi dasar diberikan kepada anak usia 0–9 bulan, meliputi HB0, BCG, Polio 1–4, DPT-HB-Hib 1–3, serta vaksin campak dan rubella (MR). Imunisasi lanjutan diberikan pada usia 18 bulan, 24 bulan, dan saat anak duduk di kelas 1, 2, dan 5 SD.
“Dengan imunisasi, Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) seperti TBC, hepatitis, pneumonia, campak, rubella, difteri, dan polio dapat dikendalikan bahkan dihilangkan,” tambahnya.
Terkait gejala KIPI, Nuryana menjelaskan bahwa reaksi pasca imunisasi bisa bervariasi, mulai dari demam ringan hingga gejala yang lebih serius. Namun, ia menekankan bahwa tidak semua anak akan mengalami KIPI.
“Perlu diingat bahwa KIPI tidak selalu terjadi pada setiap orang yang diimunisasi,” terangnya.
Jika anak mengalami KIPI, Nuryana menyarankan agar orang tua tetap tenang. “Berikan anak cukup istirahat, obat penurun panas bila diperlukan, dan pastikan asupan cairannya cukup,” pesannya.
Sebagai langkah penanganan dini, ia juga menyarankan penggunaan kompres dingin pada bekas suntikan untuk meredakan nyeri.
“Jika terdapat rasa nyeri di tempat bekas suntikan, dapat melakukan kompres dengan kain bersih yang dibasahi air dingin,” pungkasnya.
Baca Juga: Setelah Lebaran,Ini Informasi Penting Penggunaan Obat Kolesterol















