Gejala Stres pada Remaja di Sintang Tinggi, Psikolog: Anak Butuh Didengarkan bukan Dihakimi

Ilustrasi stres pada remaja. Dok.Pixabay

Kurangnya komunikasi yang terjalin antara orang tua dan anak dapat membuat mental anak ikut terganggu. Afirmasi yang seharusnya didapatkan dari keluarga, tidak bisa mereka dapatkan dan membuat anak mencari validasi di tempat lain sehingga terus membandingkan diri dengan orang lain.

“Anak jaman sekarang kan ga ada yang ga punya media sosial ya, mereka tu biasanya lihat-lihat di media sosial, mulailah mereka membandingkan diri mereka dengan orang lain, mulailah mereka tu mencari validasi di postingan-postingan mereka misalnya kalo mereka posting banyak ga yang ngelike, mereka selalu membandingkan,” jelas Noverita.

Pembulian yang terjadi di keluarga atau teman sebaya juga menjadi faktor penyebab stres pada remaja. Pembulian verbal yang menyerang fisik, tanpa disadari membuat anak menjadi semakin kecil hati akan dirinya. 

“Bagi orang tua itu bercanda tapi itu sebenarnya menyakitkan mereka,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Psikolog Sintang ini berpesan kepada orang tua untuk lebih sering berkomunikasi dengan anak terkait kehidupan sehari-hari mereka agar mereka tidak menanggung beban pikirannya itu sendirian.

“Buat orang tua dan orang-orang di sekitar remaja, yang dibutuhkan remaja adalah didengarkan dan dipahami, agar ketika mereka mengalami masalah atau persoalan hidup mereka bisa atau mau berkeluh kesah atau mengkonfirmasi apapun dengan orang-orang di sekitarnya. Bukan malah dihakimi atau dianggap tidak tau atau lebay dari orang dewasa,” tutupnya. (Jn/Vika Krisa)

Baca Juga: Puskesmas Sungai Durian Minta Lakukan Pemeriksaan Bersama Pasangan Jika Sudah Terjangkit Virus IMS