“PKK sudah melakukannya. Tinggal bagaimana kita tingkatkan kolaborasi dengan dinas dan seluruh lapisan masyarakat, termasuk RT dan RW,” tambahnya.
Wali Kota juga menyebut, masih ada 23.200 warga Kota Pontianak yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), yang membutuhkan bantuan seperti BPNT dan PKH.
“Peran PKK sangat vital dalam mengatasi kemiskinan dan masalah keluarga. Ini adalah bentuk nyata kontribusi dalam membangun Kota Pontianak,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie Kamtono, mengajak seluruh perempuan untuk menjadikan momen Hari Kartini sebagai ajang refleksi dan semangat baru dalam berperan aktif dalam pembangunan.
“Saya mengajak kaum perempuan untuk memanfaatkan potensi dan kemampuan yang dimiliki guna turut serta berkontribusi dalam pembangunan di berbagai sektor di Kota Pontianak,” ujarnya.
Acara ditutup dengan seruan semangat Hari Kartini oleh seluruh peserta.
“Selamat Hari Kartini, Jayalah Perempuan Indonesia!” seru Yanieta. (prokopim/ra)
Baca Juga: Refleksi Di Hari Kartini, Perempuan Berdaya Bangsa Berjaya
















