“Selanjutnya, mengkoneksikan parit yang ada agar aliran air tidak tersendat,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Edi juga menyampaikan bahwa pihaknya rutin melakukan normalisasi sungai setiap tahun. Saat ini, tercatat ada 27 parit primer yang tersebar di seluruh wilayah Kota Pontianak, sebagian besar sudah mengalami penurapan.
Namun, beberapa turap lama masih menggunakan kayu belian dan perlu diganti dengan beton agar lebih kuat dan efisien.
“Jika sudah diturap maka penampang basah parit akan menjadi aman sehingga debit air yang masuk ataupun keluar bisa mudah dikalkulasi,” jelasnya.
Untuk langkah jangka pendek dalam mengatasi banjir di Pontianak, Edi mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak menutup parit.
“Jika membangun, maka beberapa kawasan harus lebih tinggi dari jalan,” sarannya. (ra/prokopim)
Baca Juga: Jembatan Roboh di Melawi Akibatkan Aktivitas Warga Terganggu, Perbaikan Sementara Dilakukan
















