Masih di Jawa Timur, banjir juga melanda wilayah Kabupaten Pasuruan. Sebanyak 1.333 KK di 7 desa dalam lingkup 3 kecamatan terdampak banjir. Saat ini, kondisi banjir telah berangsur surut dan BPBD Kabupaten Pasuruan telah mendampingi pemerintah desa dan warga dalam upaya penanganan darurat.Laporan banjir per hari ini diakhiri dengan kejadian di Desa Parumpanai, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan pada Selasa (1/4).
Peristiwa itu telah berdampak pada 999 jiwa. Sebanyak 277 rumah terendam termasuk 2 rumah ibadah, 1 sekolah, empang seluas 1 hektare, lahan pertanian seluas 20 hektare dan satu jembatan putus.BPBD Kabupaten Luwu Timur telah memberikan dukungan air bersih dan air minum kepada warga. Selain itu, BPBD bersama lintas instansi dan aparat di masing-masing desa bergotong royong untuk pembersihan selokan, material lumpur dan sisa puing yang dibawa banjir.
Cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Tanah Air mulai sebagian besar Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur dan Papua bagian barat hingga esok hari, Jumat (4/4).
Bagi masyarakat khususnya yang melakukan perjalanan mudik maupun balik pada momentum Idul Fitri tahun 2025 diharap tetap meningkatkan kewaspadaan tinggi terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat dipicu oleh faktor cuaca.Pemerintah pusat melalui BNPB dan unsur Kementerian/Lembaga terkait bersama segenap pemerintah daerah telah menyiapkan titik posko kedaruratan yang dapat dijumpai di beberapa lokasi, khususnya di sepanjang jalur mudik-balik. Masyarakat dapat melapor atau memperoleh informasi terkait pantauan kondisi cuaca dan jalur sepanjang mudik-balik Idul Fitri melalui posko-posko yang tersedia.
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk tetap memperbarui perkembangan cuaca melalui laman sosial media maupun situs resmi pemerintah demi keamanan dan kelancaran selama mudik-balik.Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan menyebabkan jarak pandang terbatas, maka bagi semua pengendara diharap untuk tidak memaksakan diri untuk tetap melanjutkan perjalanan.Bagi masyarakat maupun pengguna jalan di wilayah perbukitan dan tebing agar selalu waspada jika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan tebing direkomendasikan untuk mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman jika kondisi cuaca tidak berubah dan berlangsung selama lebih dari satu jam.Masyarakat diharapkan untuk selalu mengikuti arahan pemerintah dan tidak termakan dengan isu yang belum bisa dipertanggungjawabkan oleh oknum tertentu.(rfk/*pusdatin bnpb)
















