PONTIANAK – Yanieta Arbiastutie Kamtono resmi menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Pontianak setelah dilantik oleh Ketua TP-PKK Provinsi Kalimantan Barat, Erlina Ria Norsan, di Pendopo Gubernur Kalbar, Senin (10/3/2025). Selain itu, Yanieta juga mengemban tugas sebagai Ketua Dekranasda, Pembina Posyandu, dan Bunda PAUD Kota Pontianak. Norhasanah Bahasan turut dilantik sebagai Wakil Ketua TP-PKK Kota Pontianak.
Yanieta menegaskan komitmennya untuk segera menjalankan program kerja sesuai arahan TP-PKK Provinsi Kalbar, yang menginstruksikan setiap TP-PKK di 14 kabupaten/kota melaksanakan program kerja 100 hari.
“Alhamdulillah, hari ini saya resmi dilantik sebagai Ketua TP-PKK Kota Pontianak. Setelah ini, kami langsung bergerak menjalankan program yang telah disusun, dengan tetap bersinergi bersama Pemerintah Kota Pontianak demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Stabilkan Harga Bahan Pokok, Pemerintah Kota Pontianak Gelar Bazar Murah Hingga 18 Maret
Penguatan Peran Posyandu dan Pencegahan Stunting
Sebagai Pembina Posyandu, Yanieta menekankan pentingnya peran Posyandu dalam memenuhi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Ia mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dalam meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat.
“Kami akan bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan enam program utama dapat berjalan dengan optimal,” tambahnya.
Yanieta juga menegaskan komitmen untuk menekan angka stunting di Kota Pontianak. Menurutnya, upaya pencegahan harus terus dilakukan agar target Kota Pontianak bebas stunting dapat tercapai.
“Pemerintah Kota Pontianak akan terus fokus menurunkan angka stunting. Kami berharap upaya ini dapat berjalan efektif hingga mencapai target zero stunting,” tegasnya.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Pontianak Sampaikan Jawaban atas Pandangan DPRD Terkait Tiga Raperda
Harapan Wali Kota untuk Sinergi PKK dan Pemerintah
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengucapkan selamat kepada Yanieta atas pelantikannya dan berharap adanya sinergi antara PKK, Dekranasda, Posyandu, dan PAUD dengan Pemerintah Kota Pontianak.
“Kami berharap pengurus TP-PKK bisa berkolaborasi dengan pemerintah dalam menjalankan program pembangunan yang telah dirancang,” ujarnya.
Ia juga meminta TP-PKK Kota Pontianak berperan aktif dalam mendukung visi misi pemerintah. Edi menyoroti pentingnya kontribusi TP-PKK dalam merealisasikan tujuh program prioritas dalam 100 hari kerja.
“Dukungan dari TP-PKK sangat dibutuhkan untuk mempercepat implementasi program prioritas serta program lain yang selaras dengan visi pembangunan Kota Pontianak,” tambahnya.
Ketua TP-PKK Provinsi Kalbar, Erlina Ria Norsan, menegaskan bahwa TP-PKK harus menjalankan 10 program pokok PKK dan memberikan pelayanan di enam bidang standar minimal SPM. Program-program ini mencakup pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketertiban umum, serta perlindungan sosial bagi masyarakat.
“PKK memiliki struktur dari tingkat provinsi hingga RT dan RW. Oleh karena itu, kami berharap semua pengurus aktif menjalankan perannya dengan baik,” tutupnya. (RD)
















